Mengunjungi Musee d’Orsay (Paris)

Jika kita mendengar kota Prancis tentu nya sudah tidak asing lagi di telinga kita, Negara yang menjadi pusat perhatian kita akan tertuju pada kota paris, sebuah kota yang terkenal sebagai pusat mode dunia. Selain itu juga, paris merupakan kota yang kaya akan sejarah, budaya, kuliner, sastra juga wisata. Bahkan bagi penulis dan pengarang lagu, mengatakan bahwa ibukota Prancis ini adalah tempat yang sangat bagus di jadikan sumber inspirasi. Dengan segala keindahan yang mempesona dan keajaiban lainnya membuat kota ini menjadi tujuan objek wisata yang paling populer di dunia. Sehingga hampir ratusan ribu pengunjung setiap tahun nya mengunjungi kota yang satu ini unutuk datang berkunjung dan merupakan salah satu kota yang paling romantis sedunia. Dengan beberapa objek wisata yang dapat di kunjungi, yaitu salah satunya Musee d’Orsay. Ikuti Program Umroh Plus Eropa.

Paris selain terkenal dengan Menara Eiffel juga museumnya. Terdapat 130 museum yang ada di kota ini, dan salah satunya yang terkenal adalah Musée d’Orsay atau museum Orsay, selain museum Louvre tentunya. Museum yang terletak di tepi sungai Seine ini adalah surga bagi pecinta lukisan impresionisme, seperti Clude Monet, Vincent Van Gogh, Pierre Auguste Renoir, dan lain-lain.

Mengunjungi Musee d’Orsay (Paris)
Mengunjungi Musee d’Orsay (Paris)

Fakta unik dari museum ini, dulunya adalah sebuah stasiun kereta api Gare d’Orsay, yang dibangun pada tahun 1898 dan 1900. Pada tahun 1900-1939 Gare d’Orsay menjadi pusat jaringan kereta api di wilayah Perancis barat daya. Gare d’Osay juga sempat menjadi pusat pengiriman surat dan barang bagi tahanan perang pada saat perang dunia ke dua, serta tempat untuk menyambut kepulangan para tentara setelah pembebasan mereka. Akhirnya pada tanggal 1 Desember 1986 tempat ini diresmikan menjadi museum. Museum ini juga menjadi tempat settingan film “Hugo”, karya Martin Scorsese yang masuk nominasi Oscar tahun 2012.

Di pusat kota Paris, tepatnya sisi Sungai Seine, Anda akan menemukan sebuah museum apik bekas stasiun kereta api Orsay yang dibangun untuk sebuah pameran bertajuk “Universal Exhibition of 1900”. Museum yang terletak di seberang Tuileries Gardens ini merupakan museum pertama yang menampilkan koleksi seni dari periode 1848 hingga tahun 1914. Stasiun yang terletak di Rue de Lille ini pernah menjadi jalur utama dari sebuah taman milik Ratu terkenal bernama Marguerite de Valois. Setelah kematiannya di tahun 1615, banyak properti yang dijual hingga tumbuhlah berbagai private mansion di sekitar lokasi tersebut. Pembangunan Quai d’Orsay dimulai di dekat Pont Royal pada tahun 1708 dan selesai satu abad kemudian di bawah kepemimpinan Napoleon I. Pertumbuhan lingkungan di sini mulai terlihat mapan di akhir abad ke-18 yang salah satu indikasinya adalah dimulainya pembangunan Hotel de Salm diantara tahun 1782-1788. Saat ini hotel tersebut menjadi The Musée de la Légion d’honneur.

Hingga abad ke-19, terdapat dua bangunan yang berdiri di sana yaitu Cavalry Barracks dan The Palais d’Orsay. Kedua bangunan dibangun antara tahun 1810 dan 1838 oleh Jean-Charles Bonnard dan Jacques Lacornée. Awalnya pembangunan The Palais d’Orsay akan difungsikan sebagai Kementerian Luar Negeri. Selama masa pergolakan di tahun 1871, seluruh lingkungan di daerah ini habis terbakar. Akhirnya Pemerintah Perancis menyerahkan area ini pada sebuah perusahaan kereta api bernama Orleans. Merasa kurang di untung kan dengan pemberian lokasi yang terpencil kala itu, yakni di daerah Gare d’Austerlitz, Orleans berencana untuk membangun pusat stasiun di lokasi bekas Palais d’Orsay ini.

Mengunjungi Musee d’Orsay (Paris)
Mengunjungi Musee d’Orsay (Paris)

Pada tahun 1897, Orleans berkonsultasi dengan tiga arsitek bernama Lucien Magne, Emile Benard dan Victor Laloux untuk mengubah tempat ini menjadi sebuah stasiun baru disertai dengan pembangunan lingkungan sekitar yang elegan. Akhirnya dibangunlah stasiun dan hotel dalam waktu dua tahun yang diresmikan dalam sebuah event bernama World Fair pada 14 Juli 1990. Dalam pembangunan sisi luar hotel, Laloux memilih memolesnya dengan  modern metallic structures disertai dengan pembangunan facade yang bergaya academic style yang dibangun dengan potongan bebatuan yang berasal dari daerah Charente dan Poitou. Di bagian dalam hotel, Laloux menggunakan semua teknik modern yang ada kala itu, seperti pembangunan lift untuk bagasi, elevator untuk tamu, enam belas railtracks bawah tanah, layanan penerimaan di lantai dasar dan disertai dengan electric traction. Di tahun 1990-1939 Gare d’Orsay menjadi pusat jaringan kereta api di wilayah Perancis Barat Daya dan hotel di dekatnya juga sangat ramai dikunjungi wisatawan. Namun setelah tahun 1939, stasiun ini hanya melayani rute di pinggiran kota karena rute yang terlalu pendek. Gare d’Orsay juga sempat menjadi semacam pusat pengiriman barang setelah perang dunia ke dua. Akhirnya, pada tanggal 1 Desember 1986 tempat ini diresmikan untuk menjadi museum.

Dengan membayar tiket seharga 12.00 Euro, anda bisa mulay memasuki museum ini. Dengan keindahan interior nya bangunan bekas stasiun ini mambuat mata anda terkagum-kagum. Ruangan besar dengan dekorasi ukiran di sisi kiri dan kanan serta sebuah jam tua khas stasiun kereta menambah keunika bangunan ini. Selain dengan lukisan, museum Orsay ini terdiri dari koleksi permanen/ tetap dari tahun 1848-1914 dan pameran sementara. Pada saat kunjungan saya, sedang berlangsung pameran Le Douanier Rousseau dengan tema ‘L’innocence Archaique’, dan Charles Gleyre dengan tema ‘Le Romantique Repenti’.

Ketika hendak berjalan di ruangan yang besar ini, anda akan merasakan keindahan deretan patung yang dari berbagai tahun dan berbagai bentuk. Seperti patung singa, patung anak-anak, malaikat, wanita, berburu, pertempuran, lelucun dan banyak lagi. Di sisi kanan dari ruang utama terdapat ruang-ruang dengan berbagai karya dari pameran sementara, begitu juga dengan sisi kiri. Dan di setiap lantai juga terdapat berbagai koleksi lukisan dan patung serta kerajinan keramik, furniture, dan seni lainnya yang dari abad ke-18.

Mengunjungi Musee d’Orsay (Paris)
Mengunjungi Musee d’Orsay (Paris)

Bagi pecinta lukisan Vincent Van Gogh, dapat mengunjungi lantai dua, dan tentu saja saya tidak akan melewatkannya. Selain lukisan Van Gogh, terdapat lukisan dari pelukis lain di lantai dua ini, seperti Paul Signac, Paul Gauguin, paul Sérusier, dan lain-lain. Adapun lantai dua dan selanjutnya bukanlah lantai yang penuh, tetapi hanya di bagian tepi saja, sehingga di bagian tengah ruangan terbuka dimana kita dapat melihat seluruh ruangan. Dan disepanjang jalan, deretan patung-patung berbagai bentuk dan dengan berbagai cerita menambah keindahan museum ini.  Dan bagi para pengunjung yang lelah atau hanya ingin menikmati keindahan patung dan lukisan terdapat bangku bagi para pengunjung. Dan di lantai tiga terdapat koleksi oriental dengan berbagai macam lukisan, furniture dan keramik.

Adapun lukisan impressionist adalah berusaha melukis secepat mungkin untuk menangkap momentum pada saat tertentu. Lukisan impressionist sebenarnya berusaha melukis cahaya atau pengaruh cahaya matahari pada sebuah objek, entah itu pohon, bunga atau pantulan bayangan pohon dan awan di atas permukaan air. Oleh karena itu, pelukis impressionist biasanya melukis di luar ruangan. Hal ini dimungkinkan karena ditemukannya cat air atau cat minyak dalam tube, sehingga bisa di bawa kemana-mana oleh sang pelukis. Pada tahun 1800-an, penemuan ini adalah penemuan luar biasa dalam dunia artistik, mungkin setara dengan penemuan internet di tahun 1990-an. Saat ini teknologi tube digunakan oleh industry pharmaceutical untuk menyimpan pasta gigi yang kita pakai sehari-hari.

Tempat ini banyak sekali di kunjungi oleh para turis-turis yang datang dari berbagai penjuru dunia untuk berkunjung ke sini, museum dengan memiliki banyak sejarah.